Oknum BKDD Kab Wajo Diduga Terima Sogok

SENGKANG–Indikasi kecurangan dalam penentuan kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Wajo 2009 mulai terungkap. DPD Lembaga Investigasi dan Monitoring (Limit) Kabupaten Wajo menemukan beberapa kejanggalan dalam proses penentuan kelulusan CPNS tersebut.

Koordinator Investigasi DPD Limit A Arifuddin mengatakan, ada beberapa temuan dalam penentuan kelulusan CPNS lalu. Seperti besarnya persentase kelulusn dalam dua ruangan di SD Beringin, Jl Beringin, Sengkang. Kedua ruangan itu yakni 236 dan 237 dengan tingkat kelulusan mencapai 95 persen. Temuan itu tentu mengundang pertanyaan. "Besarnya tingkat kelulusan diruangan itu patut dicurigai. Karena itu, CPNS harus dibatalkan. Apakah pembatalan dilakukan bupati, kepala BKD Sulsel atau lainnya,"jelasnya.

Dia membeberkan, dugaan kelulusan peserta didua ruangan disebabkan ada oknum bermain saat ujian berlangsung. Malah kuat dugaan, soal ujian bocor. Apalagi sebelumnya Limit menemukan kunci jawaban untuk kode 19.

"Ada beberapa modus dalam penilaian kami yang bermasalah. Pertama, naskah ujian cadangan dikerjakan seseorang sekira pukul 05.30 Wita dan selesai 07.30 Wita. Sisa waktu setengah jam digunakan dalam mendistribusikan kunci jawaban, baik melalui hand phone maupun diberikan dilokasi ujian," tandasnya.

Kuat dugaan kelulusan beberapa peserta lantaran ada hubungan keluarga antara oknum di bagian komputerisasi Unhas. Selain itu, dalam penerimaan CPNS kali ini juga terindikasi ada penyuapan guna memuluskan peserta.Dalam pantauan, ditemukan ada yang berkunjung membawa kantong plastik.

"Hanya 30 menit, kami memantau disana, terlihat ada lima orang membawa kantong plastik yang isinya tidak jelas,kuat dugaan merupakan uang tunai. Sebab oknum calo tentunya enggan menerima bila ditransfer melalui bank,"imbuhnya. Bagi pelamar dengan pendidikan Diploma II dan III lanjutnya, pembayaran minimal Rp 40 juta dan maksimal Rp 50 juta. Mereka yang berijazah starata satu (S1) Rp 65 juta dan Rp 75 juta hingga Rp 100 juta.

Untuk kalangan guru nilai bandrol mencapai Rp 55 juta.

Ditempat terpisah Kepala BKDD Wajo, A Syafri Modding melalui Sekretaris BKDD Wajo, Amiruddin A terkesan sulit dimintai tangapan. Padahal sebelumnya, Amiruddin dikenal cukup akrab dengan kalangan jurnalis. Namun beberapa kali dihubungi melalui via SMS dan telepon selulernya akhirnya wartawan memperoleh jawaban. Ia mengatakan, semua orang BKD dan panitia harus menghandel semua proses kegiatan apapun yang menjadi tupoksi sesuai mekanisme yang berlaku. "Jadi tidak ada oknum. Tapi lembaga yang menghandel supaya setiap kegiatan berjalan dengan baik," ujarnya.Sedangkan data yang diperoleh dari pengumuman dengan peserta dalam ruangan terdapat dua ruangan 8 yang lulus yaitu ruangan 18 dan 43 atau 40 persen.

Terdapat 3 ruangan yang tingkat kelulusan mencapai 35 % yaitu ruang 21, 236, dan ruangan 237. Sedangkan enam ruangan sebanyak 6 peserta lulus yaitu ruangan 13, 15, 42, 72, 78, dan 96 dengan tingkat kelulusan 30 persen.

Ruangan lain peserta yang lulus bervariasi dari 1 hingga 5 orang setiap ruangan. "Jadi tidak ada ruangan ujian yang pesertanya lulus 95 persen. Paling tinggi hanya 40 persen saja," ungkapnya. Disinggung soal dugaan oknum BKDD Wajo yang menerima suap,Amiruddin tidak berhasil dimintai tanggapan atau jawaban. Begitupun melalui SMS yang dikirimkan juga tidak mendapatkan balasan.(win/rif/c/sumber::parepos.co.id)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.